Optimalisasi Ukuran Dan Jenis Polybag Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Di Pre Nursery

Rosnina Rosnina, Sukriming Sapareng, Idawati Idawati

Abstract


Pembibitan tanaman kelapa sawit dapat dilakukan melalui satu tahap pembibitan (single stage) atau dua tahap  pembibitan (double stage). Kedua sistem pembibitan tersebut membutuhkan tanah lapisan atas (top soil) untuk mengisi polybag sebagai tempat menanam kecambah dan membesarkan bibit kelapa sawit sebagai bahan tanam di lapangan. Masalah utama yang akan timbul pada masa kini dan  mendatang untuk mengembangkan lahan perkebunan kelapa sawit adalah pemindahan top soil dari satu tempat ke tempat lain. Top soil digunakan sebagai media tumbuh bibit kelapa sawit karena memiliki sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang baik untuk pertumbuhan bibit selama di pembibitan. Hasil penelitian melaporkan bahwa kebutuhan media tumbuh pada tahap pembibitan awal (pre nursery) membutuhkan 0,001 m3top soil/polybag kecil (ukuran polybag kecil berdiameter 10 cm  dengan tinggi 14 cm) dan 0.016  m3top soil/polybag besar (ukuran polybag besar berdiameter 23 cm dan tinggi 40 cm).  Areal tanaman kelapa sawit seluas 1.000 ha dengan populasi 136 tanaman/ha ditambah sulaman 10% membutuhkan ± 150.000 bibit, dengan kebutuhan media tumbuh top soil yang sudah dipergunakan sebanyak 2.400 m3 atau setara dengan luas areal 16.000 m2 (1,6 ha), dengan kedalaman top soil 15 cm. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran dan jenis polibeg yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursey serta tingkat efisiensi penggunaan polibeg. Penelitian akan dilaksanakan pada lahan milik petani di Desa Pattimang, Kecamatan Malangke Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan. Percobaan dilakukan dalam bentuk eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan satu faktor yaitu ukuran dan jenis baby polybag, yaitu polibeg hitam standar Pre Nursery (kontrol) (22 cm x 14 cm), polibeg kecil bening (18 cm x 9.5 cm), polibeg kecil hitam (15 cm x 5 cm), polibeg kecil bening (13 cm x 6 cm), dan plastik gelas. Percobaan diulang sebanyak 3 ulangan, sehingga terdapat 15 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 5 tanaman sehingga jumlah bibit yang digunakan yaitu 75 bibit kelapa sawit. Pengamatan yang dilakukan yaitu pertumbuhan (morfologi) yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan fisiologi meliputibobot basah tajuk, bobot kering tajuk dan bobot basah akar, bobot kering akar, dan analisis tanah  dilakukan pada awal dan akhir penelitian. Penggunaan berbagai jenis wadah meningkatkan pertumbuhan parameter morfologi tanaman (tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun) di pre nursery. Perlakuan terbaik berdasarkan peubah morfologi tanaman adalah polibeg hitam standar Pre Nursery, tetapi bisa digantik dengan plastik gelas bekas.

Keywords


bibit; kelapa sawit; pre nursery; pembibitan

Full Text:

PDF

References


Amer, B.M.A., K. Gottschalk.,M.A. Hossain., 2018. Integrated hybrid solar drying system and its drying kinetics of chamomile. Renewable Energy.Vol. 121, pp. 539-547.

[Ditjenbun] Direktorat Jenderal Perkebunan. 2012. Perkembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Workshop Sustainability Indicators Assesment for Palm Oil Biodiesel; 12 April 2012; Bogor. hlm 1-10.

Essegbemon, A., T.J. Stomph.,D.K. Kossou.,P.C. Struik., 2014.Growth dynamics of tree nursery seedlings: The case of oil palm. Scientia HorticulturaeVol. 175, pp. 251-257.

Fauzi Y, Widyastuti YE, Setyawijaya B. 2006. Seri Agribisnis Budi Daya, Pemanfaatan Hasil dan Limbah, Analisis Usaha dan Pemasaran Kelapa Sawit. Yogyakarta. Kanisius.

Fathurrohman, F.H., 2011. Pembuatan dan pengujian kontainer semai berbahan organik pada tanaman sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) di rumah kaca. [skripsi]. Fakultas Kehutanan. Bogor : Institut Pertanian Bogor.

Lee JSH, Ghazou J, Koh LP. 2012. Smallholder production system in Sumatra and their future in sustainable oil palm production. 3rdInternational C onference on Oil Palm & Environtment (ICOPE) “Conserving Forest, Expanding Sustainable Palm Oil Production”; 2012 Februari 22-24; Bali, Bali: ICOPE. 35

Mangoensoekarjo S. 2013. Manajemen Agribisnis Kelapa Sawit. Yogyakarta. Gadjah Madah University press.. 650 hal.

Sapareng, S., Idris, M.Y., Akbar, T.W., Arzam, T.S., 2017. Pengaruh Media Tanah dan Beberapa Jenis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung. J. Agrosains dan Teknologi. Vol. 2 No. 1. pp. 43-50.

[PPKS] Pusat Penelitian Kelapa Sawit. 2014. Pembibitan pada Tanaman Kelapa Sawit. Medan. Pusat Penelitian Kelapa Sawit.

PT. SMART Tbk. 2013. Teknis Budidaya Tanaman Kelapa Sawit. Sinar Mas Divisi Agribisnis. Management Committee Agronomy and Research.

Tiemann, T.T., ∗C.R. Donough., Y.L. Lim., R. Härdter., R. Norton., H.H. Tao., R. Jaramillo., T. Satyanarayana., S. Zingore., T. Oberthür., 2018. Chapter Four - Feeding the Palm: A Review of Oil Palm Nutrition. Advances in Agronomy. Vol. 152. Pp. 149-243.

Yang, Y., Y. Dou., S.An., Z. Zhu., 2018. Abiotic and biotic factors modulate plant biomass and root/shoot (R/S) ratios in grassland on the Loess Plateau, China. Science of The Total Environment. Vol. 636, pp. 621-631

Xu, D.,X. Gao., T. Gao., J. Mou., J. Li.,H. Bu.,R. Zhang., Q. Li., 2018. Interactive effects of nitrogen and silicon addition on growth of five common plant species and structure of plant community in alpine meadow. Catena. Vol. 169, pp. 80-89




DOI: http://dx.doi.org/10.35329/agrovital.v3i2.204

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Penyunting & Distribusi:

Fakultas Ilmu Pertanian Univ. Al Asyariah Mandar Sulbar
Jl. Budi Utomo No. 2 Manding Polewali Mandar
Telp/Fax: (0428) 21038

Email: agrovitalfip@gmail.com

Website: https://journal.lppm-unasman.ac.id/index.php/agrovital/index

Penerbit:
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Indexed by:

     

   

Member of:

 

 

Creative Commons License
Agrovital is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.