Karakterisasi Genotipe Jagung Toleran Kekeringan Di Lahan Kering

Muh. Rifqy Aulya, St. Subaedah, Andi Takdir

Abstract


Karakterisasi Genotipe Jagung Toleran Kekeringan di Lahan Kering.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis keragaan morfologi beberapa genotipe jagung pada berbagai cekaman kekeringan di lahan kering.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi, yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa cekaman, cekaman sedang, dan cekaman parah. Sebagai anak petak adalah jagung calon hibrida 8 genotipe yaitu G1, G2, G3,G4, G5, G6,  G7,  G8,dan penggunaan 2 varietas pembanding  yaitu Bima 7 dan Gumarang. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sebagai kelompok sehingga diperoleh 90 unit percobaan.Hasil analisa statistik terhadap variabel pengamatan untuk komponen pertumbuhan tanaman menunjukkan bahwa perbandingan antara Genotpe dan varietas berbeda nyata terhadap 2 parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman dan jumlah daun. Tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan cekaman sedang pada genotipe G-8 (251,57cm) yang berbeda nyata lebih tinggi daripada varietas Bima 7 dan Gumarang dan jumlah daun tertinggi terdapat pada perlakuan optimal pada genotipe G-6 dan G-7 (15,0 dan 14,0 helai) yang berbeda nyata dengan kedua varietas Bima 7 dan Gumarang.Sedangkan 2 genotipe untuk parameter Tinggi Tanaman, jumlah daun berbeda nyata dengan varietas bima 7 dan gumarang. Komponen produksi tanaman menunjukkan bahwa anatara genotipe dan varietas memberikan pengaruh nyata terhadap 6 parameter pengamatan yaitu, , Diameter tongkol, skoring  penutup kelobot, bobot tongkol, panjang tongkol, bobot 1000 biji, dan hasil per hektar (ton/ha) sedangkan diameter tongkol tidak berbeda nyata dengan varietas bima 7 dan gumarang. Berdasarkan data komponen produksi tanaman yang menunjukkan pengaruh sangat nyata maka hal ini dapat diduga disebabkan oleh pemberian air sangat mempengaruhi proses produksi tanaman. Hal ini dapat terjadi karena pada saat proses fotosintesis, air sangat dibutuhkan untuk metabolisme sel, pembentukan bahan dan energi untuk masuk pada fase reproduksi pembentukan bunga dan pengisian bij sehinggga akan berpengaruh terhadap bobot tongkol dan hasil per hektar (ha/ton), Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: Genotipe G-1, G-3, G-6, G-7 dan G-8 mempunyai penampilan tanaman yang tertinggi dan terpanjang baik pada kondisi optimal maupun tercekam kekeringan. Genotipe G-6 dan G-7 dan G-8 mempunyai bobot tongkol terberat,dan produksi tertinggi yaitu ± 7 ton/ha pada kondisi optimal dan ± 5 ton/ha pada kondisi tercekam kekeringan.

Keywords


Jagung; Genotipe; Karakterisasi; Kekeringan

Full Text:

PDF

References


Abdurachman, A., A. Dariah, dan A. Mulyani. 2008. Strategi dan teknologi pengelolaan lahan kering mendukung pengadaan pangan nasional. Jurnal Litbang Pertanian 27(2) : 44.

Adriani A., M Azrai, W. B. Suwarno, S.H. Sutjahjo. 2015. Pendugaan Keragaman Genetik dan Heritabilitas Jagung Hibrida Silang Puncak pada Perlakuan Cekaman Kekeringan. Informatika Pertanian, Vol. 24 No. 1, Juni 2015 : 91 – 100.

Agustina K., Sopandie D., Trikoesoemaningtyas dan Wirnas D., 2010. Uji Adaptasi Sorgum pada Lahan Masam Terhadap Toksisitas Aluminium dan Defisiensi Fosfor. Dalam : Prosiding Seminar Nasional Serealia, Maros, 27-28 Juli 2010. Pusat penelitian dan Pengembangan Pertanian. P. 55-64.

Allard, R.W. 1960. Principles of Plant Breeding.John Wiley and Sons, Inc. New York. London. 485 p.

Efendi R, Suwardi, Isnaini M. 2009. Metode dan penentuan karakter seleksigenotipe jagung terhadap cekaman kekeringan pada fase awal vegetatif. Didalam: Prosiding Pekan Serealia Nasional 2010. Maros (ID) : BalaiPenelitian Tanaman Serealia.

Himawan, I. dan B. Supriyanto. 2003. Uji 3 varietas dan dosis pupuk NPK

mutiara terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max L.). JurnalBudidaya Pertanian. Vol. 9(2):67-73.

Kementrian Pertanian. 2012. Teknologi Tanaman Pangan Menghadapi Perubahan Iklim, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Varietas Jagung Toleran Kekeringan, Umur Genjah, Toleran Genangan, Tahan Hama dan Penyakit.

Noggle GR, GJ Pritz. 1983. Introducttory Plant Physiology.Prentice hall, inc. Egglewood Cliffs. New Jersey 627p.

Paliwal, R.L. 2011.Hybrid maize breeding. In: Paliwal, R.L., G. Granados, H.R. Lafitte, and A.D Violic (eds), Tropical Miaze: Improvement And Production. FAO, Rome, Italy.

Sopandie D. 2006.Perspektif Fisiologi dalam Pengembangan Tanaman Pangan di Lahan Marginal.Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Fisiologi Tanaman. Fakultas Pertanian, Institute Pertanian Bogor. 16 September 2006.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.