Respon Pemberian Pupuk Mikrobat Dengan Berat Umbi Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L)

Harli A. Karim, Abd. Jamal, Tri Sutrisno

Abstract


Bawang merah merupakan komoditi hortikultura yang tergolong sayuran rempah. Sayuran rempah ini banyak dibutuhkan terutama sebagai pelengkap bumbu masakan guna menambah cita rasa dan kenikmatan masakan. Selain sebagai bumbu masak, bawang merah dapat juga digunakan sebagai obat tradisional yang bermanfaat untuk kesehatan.  Selain berfungsi sebagai bumbu dapur dan penyedap masakan, bawang merah juga bermanfaat bagi kesehatan diantaranya untuk penyembuhan sembelit, mengontrol tekanan darah, menurunkan kolesterol, menurunkan resiko diabetes, mencegah pertumbuhan sel kanker dan mengurangi resiko gangguan hati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial terdiri dari 2  faktor. Faktor pertama yaitu pemberian  Mikrobat dengan 3 taraf yaitu: 0,  10 dan  20 ml/liter air; Faktor kedua adalah berat umbi bawang merah terdiri dari 3 taraf yaitu:  6, 8 dan 10  gram/umbi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Mikrobat dengan dosis 20 lm/liter air memberikan pengaruh baik terhadap parameter panjang daun, jumlah daun, jumlah anakan, berat segar dan berat kering tanaman bawang merah. Penanaman berat umbi  10 gram berpengaruh lebih baik pada jumlah daun, jumlah anakan, berat segar dan berat kering tanaman bawang merah. Interaksi antara pupuk Mikrobat dengan dosis 20 lm/liter air dengan berat umbi ± 6 gram  memberikan pengaruh baik pada parameter panjang daun pada umur 28, 42 dan 56 HST dan juga jumlah daun pada umur 14 dan 42 HST.


Keywords


pupuk; mikrobat; berat umbi; bawang merah

Full Text:

PDF

References


Ashrafida, R. 2013. Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dengan Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan EM4 (Effective Microorganisms4).Fakultas Pertanian USU. Medan.

Anas, I., dan M. E. Premono. 2010. Mikroorganisme Tanah Pelarut Fosfat dan Peranannya Dalam Pertanian. DalamKongres Nasional Himpunan Ilmu Tanah Indonesia.

Azmi, 2011. Pengaruh Varietas dan Ukuran Umbi terhadap Produktivitas Bawang Merah. J. Hort. 21(3):206-213, 2011

Ciptady, M. A. 2015. Budidaya Bawang Merah. http://cybex.pertanian. go.Id/gerbangdaerah/detail/9371/budidaya-bawang merah/ (Dia kses pada tanggal 16 Oktober 2015).

Cahyono. B. 2010. Bawang Merah Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Damanik,., 2011. Kesuburan Tanah dan Pemupukan. UsuPress. Medan.

Elfiati, D. 2011. Peranan Mikroba Pelarut Fosfat Terhadap Pertumbuhan Tanaman. Universitas Sumatra Utara

Hamzah, 2013. Efektivitas Pupuk Hayati Petrobio dan Pupuk Phonska Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP). Gowa.

Hervani, D.L., Syukriani., E. Swasti dan Erbasrida. 2010. Teknologi budidaya bawang merah pada beberapa media dalam pot di Kota Padang. Jurnal Warta Pengabdian Andalas, 15(22): 1-8.

Haryono Ludi. 2009. Studi kompertif pendapatan dan keuntungan antara petani pasca panen dan petani tanpa pasca panen pada tanaman bawang merah di Desa Banjar Anyar Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Skripsi. FP. UMY

Jedeng, I.W. 2011. Pengaruh jenis dan dosis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil ubi Jalar (Ipomoea batatas (L.) Lamb.) Var. lokal ungu. Tesis. Program Pasca Sarjana. Universitas Udayana. Denpasar.

Lana, W. 2010. Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi dan Berat Benih Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Alliumascalonicum L). J. Ganec Swara, 86.

Lakitan, B. 2010. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. PT RajaGrafindo Persada. Jakarta.

Meirina, T., S. Darmanti, dan S. Haryanti. 2010. Produktivitas kedelai (Glycine max (L.) Merril var. Lokon) yang diperlakukan dengan pupuk organik cair lengkap pada dosis dan waktu pemupukan yang berbeda. Skripsi. Universitas Diponegoro.

Melissa Syamsiah Respon Perkembangan Akar Tanaman Kedelai (Glycine Max. (L.) Merril) Terhadap Pemberian Pupuk Mikrobat. Jurnal Agroekoteknologi . E-ISSN No. 2337- 6597 Vol.4. No.3, Juni 2016. (614) :2167 - 2172

Nugrahini, Tutik. 2013. Respon Tanaman Bawang Merah (Allium Ascolonicum L.) Varietas Tuk Tuk Terhadap Pengaturan Jarak Tanam Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Nasa. Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam. Samarinda

Pulok et. al., (2014) dalam YATI Nurlaeni Dan Muhammad Imam Surya (2015) “Respon stek pucuk Camelia japonica terhadap pemberian Zat Pengatur Tumbuh organik” journal Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon Volume 1, Nomor 5, Halaman: 1211-1215

Richard Gunawan. 2011. Produksi Masal Inokulum Azotobacter, Azospirillum dan Bakteri Pelarut Fosfat dengan Menggunakan Media Alternatif.

Rizqie Lestya Ningsih et al., 2014. Bakteri Pendegradasi Selulosa dari Serasah Daun Avicennia alba Blume di Kawasan Hutan Mangrove Peniti Kabupaten Pontianak. Jurnal Protobiont. Vol 3 (1): 34 – 40

Samad, S. (2010). Respon Pupuk Kandang Sapi dan KCL Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah Alium ascalanicum L, Buletin Penelitian. Lembaga Penelitian Universitas Hasanuddin

Sufyati, Y. 2011. Pengaruh Ukuran Fisik Dan Jumlah Umbi Per Lubang Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Floratek, 2(1). pp.43–54.

Sumiati, E., Hidayat. 2009. Perbaikan Teknologi Produksi Umbi Benih Bawang Merah Dengan Ukuran Umbi Benih,Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh, Dan Unsur Hara Mikroelemen. Jurnal Hortikultura, 14(1). pp.1–2.

Sumarni, N. dan A. Hidayat 2009. Balai Penelitian Tanaman Sayuran Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Panduan Teknis PTT Bawang Merah No.3, Tahun 2005. ISBN : 979-8304-49-7. Bandung: 22 hal.

Sutono, et. al., 2012. Penerapan Teknologi Pengelolaan Air dan Hara Terpadu untuk Bawang Merah di Donggala. Balai Penelitian Tanah. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. 41 Hlm

Sudirja, 2010. Pedoman bertanam bawang merah. Kanisius, Yogyakarta.

Sartono. 2009. Bawang Merah, Bawang Putih, Bawang Bombay. Intimedia Ciptanusantara. Jakarta Timur. 57 hal.

Suriana, N. 2011. Bawang Bawa Untung Budidaya Bawang Merah dan Bawang Putih. Cahaya Atma Pustaka. Yogyakarta. 104 hal.

Sumarwoto dkk. 2012. Aplikasi Pupuk Kalium dan N – Balanser pada Budidaya Bawang Merah ( Allium ascalonicum L.) di Lahan Pasir Pantai. Fakultas Pertanian. UPN.

Sutedjo, M.M., 2009, Pupuk dan Pemupukan, Jakarta : Rineka Cipta.

Samadi, B. dan B. Cahyono. 2012. Intensifikasi Budidaya Bawang Merah. Kanisius. Yogyakarta. 74 hal.

Semangun H. 2010. Penyakit-penyakit Tanaman Hotikultura di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada Univesity Press.

Tim Bina Karya Tani. 2011. Pedoman Bertanam Bawang Merah. Yrama Widya, Bandung. 120 hal.

Tjitrosoepomo, gembong. 2012. Taksonomi Tumbuhan Spermatophyta. Yogyakarta: Gajah Mada University press.

Taufiq Bachtiar Dkk 2017. Pengaruh Formula Pupuk Mikrobat Terhadap Kadar N-Total, Serapan P, Dan Pertumbuhan Tanaman Jagung. Website: jurnal. Uml.ac.id/indekx.php/semnastan

Wibowo, 2010. Budidaya Bawang Putih, Bawang Merah, Bawang Bombay. Penebar Swadaya. Jakarta. 194 hal.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.