FORMULASI WHOLE BANANA (Musa paradisiaca l. L.) BISKUIT TINGGI SERAT BERPOTENSI MENCEGAH PENYAKIT DEGENERATIF PADA LANSIA

septiani septiani

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi whole banana (musa paradisiaca l.) biskuit tinggi serat untuk mencegah penyakit degeneratif pada lansia. Desain penelitian ekperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu kontrol dan empat tingkatan substitusi yaitu F0 (100% tepung terigu), F1 (50% tepung terigu dan 50% tepung kulit pisang kepok), F2 (45% tepung terigu dan 55% tepung kulit pisang kepok), F3 (40% tepung terigu dan 60% tepung kulit pisang kepok) dan F4 (35% tepung terigu dan 65% tepung kulit pisang kepok). uji organoleptik  mengunakan uji ANOVA, apabila signifikan dilanjutkan dengan uji lanjut . asil kadar proksimat dan kadar serat. Hasil analisis organoleptik uji hedonik menunjukkan whole banana (musa paradisiaca l.) biskuit formula terpilih yaitu F3. Hasil analisis proksimat whole banana (musa paradisiaca l.) biskuit terpilih mengandung serat sebesar 16,64%, karbohidrat sebesar 63,18%, lemak sebesar 21,58%, protein sebesar 5,64%, energi sebesar 469,50 kkal/100g, kadar air sebesar 6,49% dan kadar abu sebesar 3,11%. Kesimpulan penelitian ini adalah biskuit formula kontrol berbeda nyata dengan whole banana (musa paradisiaca l.) biskuit formula terpilih (p<0,05) pada semua uji sifat kimia (kadar air, kadar abu, lemak, protein, karbohidrat, dan kadar serat).


Keywords


kulit pisang kepok, whole banana (musa paradisiaca l.) biskuit, serat

Full Text:

PDF

References


Kemenkes RI (2017). Profil Kesehatan Indonesia 2016. http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/lain-lain/Data dan Informasi Kesehatan Profil Kesehatan Indonesia 2016 - smaller size - web.pdf – Diakses Februari 2020.

Yang, J., Wang, H.P., Zhou, L., Xu, C.F. (2012). Effect of dietary fi ber on constipation: A meta Analysis. World Journal of Gastroenterology, 18(48), 713–738.

Marjan, A.Q., Marliyati, S.A. (2013). Hubungan antara Pola Konsumsi Pangan dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Osteoporosis pada Lansia di Panti Werdha Bogor. Jurnal Gizi dan Pangan, 8(2), 123–128. Diakses dari http://journal.ipb.ac.id/index.php/jgizipangan/article/ viewFile/7689/5955.

Berry Satria H., Yusuf Ahda (2008). Pengolahan Limbah Kulit Pisang Menjadi Pektin Dengan Metode Ekstraksi. Skripsi Universitas Diponegoro. Semarang

Kiptiah M., HairiyahN., Nurmalasari A. Pengaruh Substitusi Tepung Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca l. L) terhadap Kadar Serat dan Daya Terima Cookies. Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 5 No. 2 Tahun 2018:66-76.

Agustono, Herviana W., Nurhajati T. Kandungan Protein Kasar Dan Serat Kasar Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca l.) Yang Difermentasi Dengan Trichoderma Viride Sebagai Bahan Pakan Alternatif Pada Formulasi Pakan Ikan Mas (Cyprinus Carpio). Jurnal Kelautan Vol. 4, No. 1 Tahun 2011:53-59.

Mardiah E. 1996. Penentuan aktivitas dan inhibisi enzim polifenol oksidase dari apel (Pyrus malus Linn.). Jurnal Kimia Andalas 2: 2.

Aryani, T. dkk. (2018). Efektivitas Pengolahan Limbah Kulit Pisang Menjadi Donat Ditunjau dari Analisis Fitokimia, Proksimat dan Organoleptik. Laporan Penelitian Hibah Penelitian Dosen Pemula DIKTI 2018 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta: Yogyakarta

Waysima, Adawiyah, Dede, R. 2010. Evaluasi Sensori. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian Insitut Pertanian Bogor.

Damayanti R., Ansharullah, Asyik N. Formulasi Biskuit Pisang Raja (Musa paradisiaca l. L.) dengan Substitusi Tepung Bayam (Amaranthus Hybridus L.) Dan Kontribusinya Terhadap Angka Kecukupan Gizi (AKG) Bagi Remaja Putri. Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 4 No. 4 Tahun 2019:2410-2424.

Devi I.C., Ardiningsih P., Idiawati N. Kandungan Gizi Dan Organoleptik Cookies Tersubstitusi Tepung Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca l. Linn). Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol. 8 No. 1 Tahun 2019:71-77.

Djunaedi, E. (2006). Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Sebagai Sumber Pangan Alternatif dalam Pembuatan Cookies. Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pakuan

[BSN] Badan Standardisasi Nasional. 2011. SNI 2973:2011 Biskuit. Jakarta. Hal: 2-3.

Sari, D.N., (2015). Ini 105 Produk yang Wajib SNI, Diambil dari alamat website:http://industri.bisnis.com/read/2015111 9/257/493753/ini-105-produk-yangwajib-sni, Diakses pada 1 Mei 2018.

Desiliani, Harun N., Fitriani S. Pemanfaatan Tepung Pisang Kepok dan Buah Nangka Kering dalam Pembuatan Snack Bar. Jurnal Teknologi Pangan Vol. 13 No. 1 Tahun 2019: 1-11.

Berry Satria H., Yusuf Ahda (2008). Pengolahan Limbah Kulit Pisang Menjadi Pektin Dengan Metode Ekstraksi. Skripsi Universitas Diponegoro. Semarang




Copyright (c) 2020 J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Alamat Penyunting & Distribusi:

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar  Gedung B3. Lt 1. Jl. Budi Utomo No.2 Manding. Kec. Polewali, Kab. Polewali Mandar, Prov. Sulawesi Barat

Email: jkesmanfkm@gmail.com

Website: https://journal.lppm-unasman.ac.id/index.php/jikm/index

Penerbit:
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Indexed by:

           

   

Member of:

 

 

Creative Commons License
J-Kesmas is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.