KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENANGGULANGI STUNTING KECAMATAN TANDUKKALUA’ KABUPATEN MAMASA

Eti Yusrianti, Andriani Andriani, Agustinus Sudi

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan pemerintah dalam menanggulangi Stunting Kecamatan Tandukkalua Kabupaten Mamasa. Selain itu, juga untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan Stunting di Kecamatan Tandukkalua Kabupaten Mamasa. Peneltian ini menggunakan jenis penelitian deskripsi kualitatif. Artinya, peneltian ini berusaha memperoleh pemahaman yang otentik mengenai pengalaman orang-orang, sebagaimana dirasakan. Sumber data penelitian ini adalah aparat desa, kader posyandu, bidan, dan masyarakat di Desa Talimbung, Kecamatan Tandukkalua, Kabupaten Mamasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kebijakan pemerintah dalam menangani stunting di Kecamatan Tandukkalua mencakup berbagai program komprehensif yang fokus pada peningkatan akses layanan kesehatan, edukasi gizi, dan bantuan pangan. Melalui program posyandu dan puskesmas, pemerintah berupaya menyediakan pemantauan kesehatan rutin, pemberian makanan tambahan, serta penyuluhan kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui. Program bantuan pangan bagi keluarga miskin disertai dengan edukasi mengenai gizi yang seimbang juga menjadi bagian dari kebijakan ini. (2) Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor utama penyebab stunting di Kecamatan Tandukkalua, yaitu faktor gizi, kesehatan, lingkungan, dan sosial-ekonomi. Faktor gizi mencakup kurangnya akses terhadap makanan bergizi, kebiasaan pemberian makanan yang tidak sesuai, kondisi ekonomi rendah, dan kurangnya pengetahuan tentang gizi yang baik.  

Keywords


Kebijakan Pemerintah, Stunting, Desa Talimbung

Full Text:

PDF

References


Amirullah. (2015). Populasi dan sampel. https://doi.org/10.1007/BF00353157

Anisa, P. (2012). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 25–60 bulan di Kelurahan Kalibaru Depok tahun 2012 [Skripsi, Universitas Indonesia].

Herdiansyah, H. (2010). Metode penelitian kualitatif untuk ilmu-ilmu sosial. Salemba Humanika.

Khairani, M., Marwi, A. S., Lubis, I. R., Achyari, P. R., & Amalia, Q. (2024). Analisis jurnal terhadap faktor genetik yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada manusia. Jurnal Bima: Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra, 2(3), 28–47.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Situasi balita pendek (stunting) di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.

Made, W. (2010). Strategi pembelajaran inovatif kontemporer. Bumi Aksara.

Moleong, L. J. (2011). Metode penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Nasikhah, R., & Margawati, A. (2019). Prevalensi stunting di Jawa Tengah dengan kejadian tertinggi di Kecamatan Semarang Timur. Journal of Nutrition College, 1(1), 176–184.

Rapa, M. T., Hannan, S., & Andriani, A. (2021). Strategi dinas perumahan, kawasan permukiman dan pertanahan Kabupaten Mamasa dalam penataan pemukiman kumuh di Kelurahan Mamasa. Mitzal (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya): Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi, 5(2).

Rosha, B. C., Sari, K., SP, I. Y., Amaliah, N., & Utami, N. H. (2016). Peran intervensi gizi spesifik dan sensitif dalam perbaikan masalah gizi balita di Kota Bogor. Buletin Penelitian Kesehatan, 44(2), 127–138.

Sabriani, A., Fitrah, N., & Khalik, A. (2022). Kebijakan pemerintah desa dalam pengembangan program inovasi desa (DIP) di masa pandemi Kovid-19 di Desa Tubo Poang Kecamatan Tubo Sendana Kabupaten Majene. Mitzal (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya): Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi, 7(2), 131–143.

Setiawan, E., & Machmud, R. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang tahun 2018. Jurnal Kesehatan Andalas.

Soliman, A., De Sanctis, V., Alaaraj, N., Ahmed, S., Alyafei, F., Hamed, N., & Soliman, N. (2021). Early and long-term consequences of nutritional stunting: From childhood to adulthood. Acta Bio Medica: Atenei Parmensis, 92(1).

Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Waliulu, S. H. (2018). Pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan stunting anak usia balita. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 9(4), 269–272.

World Health Organization. (2014). Global nutrition targets 2025: Stunting policy brief. World Health Organization.




DOI: http://dx.doi.org/10.35329/jp.v8i1.5632

Article Metrics

Abstract views : 9 times | PDF - 10 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Journal Peqguruang: Conference Series

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Alamat Penyunting & Distribusi:

JOURNAL PEQGURUANG: Conference Series

E-ISSN: 2686-3472

Gedung Biro AKSI. Lt 2. Ruang  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar
Telp./Fax (0428) 21038

Email: peqguruang@gmail.com

Website: https://journal.lppm-unasman.ac.id/index.php/peqguruan/index

Penerbit:
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar


Indexed by:

    

   

Member of:

 

 

Creative Commons License
JOURNAL PEQGURUANG: Conference Series is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

Flag Counter

 

https://ihdn.ac.id/